Pengalaman adalah Pembelajaran Berharga


Pagi hari, merupakan dua kata yang terdengar singkat dan jelas namun dapat menjadi musuh bagi setiap orang yang membencinya tapi tidak denganku. Berawal dari tugas kuliah yang selalu datang setiap hari tanpa ada henti, kemudian satu per satu kegiatan rutinitas ku pun terbengkalai. Aku sangat mengerti memang tugas kuliah merupakan kewajiban yang harus dikerjakan tapi bukan berarti tugas itu bisa datang sesuka hati berkali-kali lipat seperti yang tidak pernah kita bayangkan dan sementara tugas rumah direlakan begitu saja.

Setiap hari aku terus memikirkannya, kira-kira mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana pula yang dikerjakan setelahnya. Kadangkala jika ada tugas banyak baik dari kampus maupun dari rumah, perasaan tidak menyenangkan pun datang sehingga enggan memiliki selera makan. Bahkan saat belum makan pun yang akan menjadi prioritas ialah tugas daripada perut. Kebetulan karena aku jurusan Broadcast Journalism jadi tugas nya liputan. Aku mempunyai pengalaman yang sangat berkesan di mata kuliah Jurnalistik Online karena tugasnya ialah mencari lokasi yang sedang diperbincangkan untuk di liput, tugasnya pun lumayan berat itu juga karena diri sendiri yang kurang teliti.

Proses liputannya terbilang cukup lama, karena ketidak telitianku jadi mengharuskan untuk re-take. Dan ini pertama kalinya aku merasakan seperti sedang menjadi Jurnalis sesungguhnya, dimana saat gambar di lokasi yang kita ambil kurang otomatis mau tidak mau dan suka tidak suka, kita harus balik ke tempat semula untuk menyempurnakan gambar sesuai dengan yang ingin kita beritakan. Saat di tugaskan liputan ke tiga tempat, yaitu Muara Baru Jakarta Utara, Kali Siantar Jakarta Pusat, dan Kali Banjir Kanal Barat Jakarta Pusat. Aku berangkat menuju lokasi dari jam 05.00 pagi Bersama temanku yang bernama Aha. Semua sudah ku persiapkan pada malam hari, namun perasaan tidak menyenangkan pun datang saat sudah berada di stasiun KRL Pondok Ranji. Setelah di cek, ternyata aku lupa membawa memory card. Kemudian otak pun mulai berpikir saat tiba di Muara Baru, dan berharap di daerah itu ada yang menjual SD Card. Setelah dilihat-lihat ternyata tidak ada satu pun warung yang berjualan alat tersebut. Kemudian aku pun mulai berpikir untuk merekam kegiatannya menggunakan Handphone. Setelah tugas di Muara Baru selesai, kami mulai ke tempat kedua yaitu di Kali Siantar, Jakarta Pusat. Saat menuju tempat kedua, kami keliling mencari SD Card dan akhirnya ada yang jual itu pun di Roxy mas.


Saat sudah menyelesaikan liputan di daerah Jakarta Pusat, aku dan temanku mencari narasumber yang dapat diajak bicara dengan baik. Kemudian aku menemukan seorang Antar-Jemput Perahu. Warmin Namanya, ia tidur di Perahu selama sebulan. Karena pekerjaan yang ia kerjakan di merupakan shift-shift an. Bapaknya sangat baik namun saat di wawancara ia malu-malu karena banyak ibu-ibu yang melihatnya. Warmin berharap bahwa kali yang ditempatinya dapat di lestarikan. Karena tempat itu merupakan sumber mata pencarian baginya dan keluarga.


Selama liputan berjalan terus menerus aku menemukan banyak sekali manfaat dan pembelajaran, baik melatih mental dan kesigapan dalam menghadapi suatu permasalahan dan juga yang pasti kita diharuskan untuk melakukan manajemen waktu. Seperti saat deadline tiba tugas pun harus dikumpulkan saat itu juga mau hasilnya bagus atau jelek yang terpenting kita tidak lewat deadline. Namun, setelah mempelajari berulang kali tugas yang ku dapat akhirnya aku pun sadar bahwa segala sesuatu tidak boleh dipandang remeh begitu saja, seperti halnya tugas jika sudah diberikan deadlinenya maka lebih baik dikerjakan jauh-jauh hari sebelum deadline karena jika dibiarkan menumpuk begitu saja dan dikerjakan nanti-nanti maka semua pekerjaan akan terbengkalai dan hasil yang kita raih pun tidak maksimal. So, if u have a job if its so simple just do it. Karena itu akan mengajarkan mu untuk berlatih teliti dan memanajemen waktu.    

Komentar